Mini App Tester membantu Anda tes Mini App Telegram tanpa menulis kode: fitur JavaScript API Telegram.WebApp bisa dicoba langsung. Di browser biasa, alat ini berjalan dalam mode mock yang meniru API; saat dibuka di dalam Telegram, alat ini memakai API asli dari klien yang sedang digunakan. Cocok untuk mencoba fitur Telegram Mini App sebelum Anda membuatnya sendiri, atau untuk melihat perilaku klien tertentu.
Telegram.WebApp.https://telegram-bot-api.info/telegram-mini-app-tester.html sebagai URL Mini App bot Anda di @BotFather (/newapp atau pengaturan tombol menu). Tidak perlu hosting.version, platform, colorScheme, initData, themeParams, dan safe area.Di dalam Telegram, antarmuka tester otomatis mengikuti bahasa pengguna, termasuk bahasa Indonesia.
ready, expand, close, warna header dan latar belakang.showPopup, showAlert, showConfirm, dan pemindai QR.openInvoice, shareToStory, status emoji, layar penuh, dan downloadFile.Log event mencatat 45+ event lengkap dengan waktunya, seperti themeChanged, viewportChanged, mainButtonClicked, dan fullscreenChanged, sehingga Anda bisa melihat persis apa yang akan diterima handler Anda.
Mini App dulu bernama Web App, karena itu objek API-nya masih bernama Telegram.WebApp. Mode mock cocok untuk menguji UI dan alur: terlihat panggilan apa saja yang tersedia, apa hasilnya, dan event apa yang dipicu, sementara penyimpanan diemulasikan di localStorage. Namun mode ini tidak bisa meniru popup native, getaran haptik, atau data pengguna sungguhan, dan initData-nya hanya contoh yang tidak pernah ditandatangani Telegram. Di dalam Telegram, tester beralih ke API asli, sehingga initData asli dan setiap panggilan benar-benar sampai ke klien.
Tester berjalan sepenuhnya di browser Anda, tidak memerlukan token bot, dan tidak memanggil Bot API. Data penyimpanan pada mode mock tetap berada di localStorage browser Anda.
Untuk membuat Mini App Telegram, Anda butuh bot dan halaman web yang bisa diakses lewat HTTPS. Mulailah dengan cara membuat bot Telegram dan cara mendapatkan token bot. Tombol menu yang membuka Mini App bisa dipasang lewat API dengan setChatMenuButton di Bot API Tester; detail setiap metode ada di Swagger dan referensi metode. Mini App yang dibuka dari tombol keyboard bisa mengirim data ke bot dengan sendData; data itu tiba sebagai pesan berisi web_app_data, jadi bot perlu menerima update lewat getUpdates atau webhook (lihat panduan webhook bot Telegram).
Buka Mini App Tester di browser apa saja. Mode mock-nya meniru Telegram.WebApp, jadi Anda bisa memanggil metode, memicu event, dan memeriksa properti tanpa bot maupun aplikasi Telegram.
Bisa. Pasang https://telegram-bot-api.info/telegram-mini-app-tester.html sebagai URL Mini App di @BotFather, lewat /newapp atau pengaturan tombol menu. Di dalam Telegram, tester memakai WebApp API asli, dan Anda tidak perlu hosting sendiri.
Metode inti WebApp, MainButton, SecondaryButton, BackButton, SettingsButton, popup, HapticFeedback, CloudStorage, DeviceStorage, SecureStorage, sensor, biometrik, lokasi, izin, invoice dan story, status emoji, layar penuh, serta unduhan file, ditambah log untuk 45+ event.
Tidak. Mode mock memakai data contoh yang tidak pernah ditandatangani Telegram, sehingga memang sengaja gagal validasi HMAC. Buka tester di dalam Telegram untuk mendapatkan initData asli guna menguji validasi di server Anda.
Tidak. Halaman ini sama sekali tidak memanggil Bot API. Bot hanya diperlukan jika Anda ingin membuka tester di dalam Telegram sebagai Mini App.
Sebuah bot dari @BotFather dan halaman web yang bisa diakses lewat HTTPS. Halaman itu memuat skrip https://telegram.org/js/telegram-web-app.js, lalu URL-nya dipasang di bot, misalnya lewat /newapp, tombol menu, atau tombol dengan field web_app.